1. Menurut Abdul Wahab Khallaf; objek kajian fiqh siyasah adalah pengaturan dan perundang-undangan yang dibutuhkan untuk mengurus negara sesuai dengan pokok-pokok ajaran agama dengan tujuan mewujudkan kemaslahatan manusia serta memenuhi kebutuhan mereka.

2. Menurut Hasbi Ashshiddiqie; objek kajian fiqh siyasah adalah pekerjaan-pekerjaan mukallaf dan urusan-urusan mereka dari jurusan pentadbirannya, dengan mengingat persesuaian pentadbiran itu dengan jiwa syari’ah, yang kita tidak peroleh dalilnya yang khusus dan tidak berlawanan dengan sesuatu nash dari nash-nash yang merupakan syari’ah ’ammah yang tetap.

Objek fiqh siyasah menjadi luas, sesuai kapasitas bidang-bidang apa saja yang perlu diatur, seperti peraturan hubungan warga negara dengan lembaga negara, hubungan dengan negara lain, Islam dengan non Islam ataupun pengatuaran-pengaturan lain yang dianggap penting oleh sebuah negara, sesuai dengan ruang lingkup serta kebutuhan negara tersebut. Hasbi kemudian membidangkan objek kajian fiqh siyasah pada delapan bidang, yaitu :

1. Siyasah Dusturiyah Syar’iyyah (Pengaturan Perundang-undangan).

2. Siyasah Tasyri’iyyah Syar’iyyah.( Pengaturan penetapan hukum sesuai syariat)

3. Siyasah Qadhaiyyah Syar’iyyah. (Pengaturan peradilan  yang sesuai dengan syariat)

4. Siyasah Maliah Syar’iyyah.(Pengaturn hak-hak fakir, sumber-sumber keuangan dan irigasi)

5. Siyasah Idariyah Syar’iyyah.( Pengaturan administrasi sesuai dengan syariat)

6. Siyasah Kharijiyyah Syar’iyyah/Dawliyyah (Pengaturan Hubungan  Luar Negeri).

7. Siyasah Tanfidziyyah Syar’iyyah. (Pengaturan pelaksanaan syariat)

8. Siyasah Harbiyyah Syar’iyyah. (Pengaturan tentang  peperangan sesuai syariat)

Pembidangan yang beragam ini  dibagi dalam empat macam :

  1. Fiqh siyasah Dustury, mencakup; siyasah Tasyri’iyyah Syar’iyyah, Siyasah Qadhaiyyah Syar’iyyah, Siyasah Idariyah Syar’iyyah, dan Siyasah Tanfidziyyah Syar’iyyah. Fiqh siyasah Dustury adalah siyasah yang berhubngan dengan peraturan dasa tentang bentuk pemerintahan, dan batasan kekuasaan,  cara pemilihan  kepala negara, ketetapan hak-hak yang wajib bagi individu dan masyarakat, serta hubungan penguasa dan  rakyat.
  2. Fiqh Malliy (Dep. Keuangan), adalah siyasah yang mengatur hak-hak orang-orang miskin , mengatur sumber mata air,  dan perbankan
  3. Fiqh Dawliy ( Dep. LuarNegeri), yaitu siayasah yang berhubungan dengan pengaturan pergaulan antar negara-negara Islam  dan non Islam
  4. Fiqh Harbiy (Departemen Petahanan dan Keamanan), yaitu siyasah yang mengatur tentang peperangan dan aspek-aspek yang berhubungan dengannya, seperti perdamaian.

Tentu saja pembidangan tersebut di atas belum dianggap selesai dan hal ini akan berhubungnan dengan perubahan dan penambahan bidang-bidang yang diperlukan.

About these ads